1 Website Multi Lokasi Server

Sebenarnya dapat diatur ke banyak server / 1 website multi lokasi server, namun dalam tutorial kali ini Saya memberikan contoh ke 2 lokasi server, yaitu 1 website dengan 2 lokasi server yaitu di USA dan di Indonesia / IIX. Teknik ini juga dikenal dengan nama load balancing, keuntungannya antara
lain website Kita dapat ditempatkan di 2 lokasi server berbeda, kemudian jika server yang satu mati, maka otomatis server kedua menggantikannya.

Dari sekian banyak teknik load balancing, maka teknik round robin DNS lebih sederhana dan mudah diterapkan. Tidak membutuhkan pengaturan khusus di konfigurasi server, cukup dengan mengatur DNS saja (dan remote database jika diinginkan).

Setup Load Balancing DNS

  • Pertama kita membutuhkan setidaknya: 1 DNS server (biasanya tempat Anda membeli domain menyediakannya / full akses kontrol DNS), kemudian 2 akun hosting masing – masing di server USA dan server Indonesia.
  • Pada panel kontrol DNS, arahkan A records untuk domain utama ke IP address dua server tadi. Jadi ada 2 IP records berbeda mengarah ke 1 domain utama.
  • Pada masing – masing panel kontrol hosting buat akun domain dengan name server mengarah ke name server (NS) yang ditentukan panel kontrol DNS (Anda dapat melihatnya di panel DNS Anda).
  • Jika Anda menyewa shared hosting, maka membutuhkan bantuan dari operator hostingnya untuk create dengan name server (NS) spesifik, hal ini karena rata – rata shared hosting tidak memberikan private name server, name server default adalah name server dari masing – masing hosting.
  • Jika Anda memiliki layanan Dedicated Server sendiri, atau VPS, atau reseller hosting maka Anda sendiri dapat mengaturnya langsung.

Test Sukses Tidaknya Load Balancing

Ada 2 cara melakukan test awal sukses tidaknya setup Kita,  cara pertama dengan melakukan identifikasi informasi DNS kita, Anda dapat melakukannya dengan memanfaatkan layanan dari network tools:

http://network-tools.com/default.asp?prog=dnsrec&host=domainanda.com

DNS information

ubah domainanda.com menjadi nama domain website load balancing Anda, jika setup load balancing sukses maka akan terbaca 2 A records (Answer Records) disana.

Multiple Server IPCara lainnya adalah dengan menginstall addons Firefox ShowIP. Jika addons tersebut sudah terinstall maka Anda akan melihat info singkat IP Address pada bagian kanan bawah browser Anda,  click kanan pada info tersebut, jika load balance sukses akan muncul info: IP: Multiple .

Test Akses Website Load Balancing

Anda juga dapat melakukan test akses koneksi website load balancing Anda, caranya, sebagai penanda, beri file index pada masing – masing lokasi hosting dan ketikan pada isi file index tersebut lokasi servernya.

  • Kemudian akses website load balance tadi dengan koneksi normal ISP Anda (koneksi Indonesia), jika server USA lambat diakses, maka Anda akan terhubung ke server Indonesia, dan jika server USA sedang cepat diakses maka Anda akan tetap terhubung dengan server USA.
  • Untuk test dalam kondisi server Indonesia lambat, maka Anda dapat menggunakan proxy luar negeri, kemudian test akses ke website load balance Anda, jika proxy luar negeri tadi sulit mengakses server Indonesia, maka server USA Anda akan menggantikannya.
  • Test lainnya adalah dengan mematikan akses hosting salah satu server, jika Anda memiliki akses untuk mematikan hosting, maka coba test matikan salah satu server Anda, maka server lainnya akan muncul sebagai pengganti server yang mati.

Kekurangan Load Balance Round Robin DNS

Meskipun terbilang mudah setupnya, namun teknik load balance dengan Round Robin DNS memiliki beberapa kekurangan, antara lain:

  • Orientasi resolve akan didominasi oleh lokasi server hosting yang paling siap. ini berarti pengecekan resolve akan lebih dulu dilakukan ke server hosting yang paling stabil, sehingga kita tidak dapat menentukan pengunjung tertentu mengakses server tertentu.
  • Faktor cache DNS ISP Kita berpengaruh, misalnya selama 6 bulan koneksi internet Anda mendeteksi server Indonesia, ketika server Indonesia down maka proses mencari resolusi baru koneksi akan dilakukan ke server Indonesia dulu, baru ke server USA. Kasus cache DNS ISP seperti ini amat jarang terjadi pada ISP normal, namun dengan kualitas sebagian ISP di Indonesia yang “mengakali” cache DNS agar dapat menghemat bandwith ke luar negeri, maka hal ini dapat dimungkinkan terjadi.
  • Kita tidak dapat menentukan server Indonesia hanya dapat diakses dari Indonesia dan sebaliknya, tanpa pengaturan tambahan melalui konfigirasi firewall server, maka koneksi pengunjung akan otomatis mencari server yang tercepat saat request data dilakukan.
  • Dalam kondisi perbedaan lokasi server, apabila salah satu server memiliki jatah bandwith yang kecil ke server lainnya, maka remote database seperti MySQL akan sulit dilakukan, artinya sinkronisasi data antar server memiliki potensi gagal. Untuk kekurangan ini dapat diantisipasi dengan melakukan update database di masing – masing server / tidak dengan cara remote.
  • Biaya, tentu saja dengan multi server maka harus mengeluarkan biaya ekstra pula untuk server pendukung tersebut.

Melihat kekurangan – kekurangan diatas maka dapat dilihat bahwa keuntungan terbesar menggunakan load balancing round robin DNS ini adalah untuk menjaga website load balance kita tetap online, ketika server yang satu mengalami downtime maka server lainnya akan menggantikan.

 

Dari : http://eh.web.id/1-website-multi-lokasi-server/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: