Membahagiakan Orang Lain

Membahagiakan Orang Lain

           

Hany adalah anak dari keluarga yang tinggal dirumah dusun lantai 4 diujung kota Surabaya, Jawa Timur. Hany masih duduk dibangku sekolah dasar kelas 5, menurut beberapa temannya Hany adalah anak yang baik namun beberapa berkata Hany adalah anak yang badung.

Ting.. Tong.. Ting.. Tong.. . Hany memncet bel rumah tetangga. “Ya sebentar” teriak pemilik rumah yang masih ada didalam rumah.

Ceklek..

Bunyi suara pintu terbuka, pemilik rumah telah membuka pintu namun tidak ada seorangpun saat dia membuka pintu, ternyata Hany sudah pergi melarikan diri. “Perasaan tadi ada yang memencet bel rumah ini?” ucap pemilik rumah dengan heran dan kembali masuk kerumahnya.

Ditaman Hany melihat ada teman-temannya bermain.

“Hai teman-teman, lagi main apa nih?” ucap Hany sambil mendekat ke teman- temannya itu. “Hai juga kami sedang main gobak sodor!” jawab salah satu teman Hany, Dila. “Aku boleh ikut?”Tanya Hany yang ingin ikut bermain. “Boleh” jawab Dila.

“Baiklah kita bagi kelompoknya ada yang mau jadi anggota kelompokku?” Tanya Hany, namun tidak ada yang menjawab. “ Kenapa kalian tidak ada yang mau menjadi anggota kelompokku?” Tanya Hany. “ kita takut kalah” jawab semua teman-teman Hany serempak. “Emang aku pembawa sial?” Tanya Hany lagi. “Ya sangat ya…” Jawab teman-teman Hany. “Huh.. baiklah supaya adil kita suit saja nanti yang kalah akan menjadi kelompokku” Seru Hany dengan cemberut. “ baiklah “ ucap teman-teman Hany pasrah.

“Gunting batu kertas” ucap Seyla dan Dita. “yes batu.. “ ucap Dita. “ yah gunting..” ucap Seyla dengan nada menyesal. “Nah Seyla selamat dating dikelompok teristimewa kelompok dari ratu Hany.” Sambut Hany pada Seyla yang masuk menjadi anggota kelompoknya dengan senang “Ya..” ucap Seyla dengan nada menyesal.

“Gunting, batu, kertas” ucap Putri dan Lely. “yah.. batu” sesal dari Putri. “Yes.. kertas” seru Lely. “Putri selamat datng” sambut Hany kepada Putri dengan senyum, namun tidak ada jawaban dari Putri. Sisa 1 pasangan lagi yaitu Dila dan Juwita , “Gunting, batu, kertas” ucap Dila dan Juwita. “yes.. gunting’ seru Juwita, “yah.. kertas” sesal Dila.”Dila selamat dating dikelompok ini” sambut Hany namun tidak ada jawaban dari Dila.

Sekarang giliran Tuti dan Hany yang suit untuk menentukan siapa yang menjaga dan siapa yang berlari. “Gunting, batu, kertas” ucap kedua. ‘Aku batu..” seru Tuti. “yey aq gunting.” Teriak Hany senang. “Hany, kita kalah” teriak Seyla, Dila, Putri kesal. “eh.. kita kalah” ucap Hany bingung. “ Ya… “ teriak Seyla, Dila, Putrid an semakin kesal.

“Tuh kan dijamin deh siapapun yang satu kelompok dengan Hany akan menysal” ejek Juwita. “huh.. enggak mungkin kali ini aku yakin kelompokku akan menang” ucap Hany dengan yakin. “Yasudah cepat ambil posisi” ucap Dila. Semua telah mengambil posisi. “Baiklah kita mulai permainannya, 1.. 2.. 3..’

Permainan berlangsung 30 menit namun kelompok Hany tidak mendapatkan skor saama sekali. Ada seorang pria duduk dikursi taman “stop kalian bermain sudah 30 menit kelompok Hany mendapatkan skor 0 dan kelompok Tuti mendapat skor 3. Jadi, yang menang kelompok Tuti.” Kata pria itu yang ternyata dia sudah dari tadi memperhatikkan permainan Hany dan temannya itu, dia adalah ayah Tuti.

“tuh kan Hany kelompok kita kalah” sesal Putri. “ ya maag” maaf Hany. “sudahlah ayo pulang.” Ajak Dila. Anak nak itupun pulang sendiri sendiri.

Diru,ah Hany

“Ibu aku pulang” ucap Hany dan langsung masuk kerumah. “Hanysudah pulang? Ayo cepat mandi dulu lalu makan” Tanya Ibu Hany. “ Baiklah bu” jawab Hany.

Hanypun mandi. Setelah lama Hany mandi, Hanypun duduk diruang keluarga sembari mendengarkan music tanpa sengaja Hany bernyanyi dan menari mengukiuti irama musik. “han..” kata-kata ibu terhenti saat melihat anaknya ternyata bias menari dan menyanyi.

Lagu selesai begitupun Hany selesai menari dan menyanyi, ibu pun dating dan member makan “Hany ayo makan dulu” . “ya bu”. Hany duduk dan makan, tidak lama Hany makan “Ayah datang” ucap ayah Hany yang baru datang dari kerjanya.”Ayah cepat makan keburu makanannya dingin. “ajak Hany pada ayahnya yang masih melepas sepatu. “Ya Hany, Hany sudah makan?”. “ ini Hany masih makan”. “Ayah ibu mau bicara” ajak ibu pada ayah. “baiklah tunggu sebentar ayah mau ganti baju dulu” Setelah ayah ganti baju, ibu masuk kekamar ayah. “ayah?” Tanya ibu. “ya bu ada apa?” Tanya ayah . “ Ayah tadi ibu lihat Hany menari sambil menyanyo dan tariannya sangat bagus dan sudah seperti penari terkenal serta suaranya sangat bagus ayah”. “ lalu apa yang ingin ibu katakana?”. “ibu lihat ditv ada pencarian bakat dan hadiahnya akan dijadikan artis terkenal dan dikirim keberbagai negar, ayah bisakah hany iku?”. “syaratnya apa?”. “Bisa berbicara bahasa inggris dan mandarin, kita leskan dia”” iya akan ayah usahakan”. “ terima kasih ayah” ibu keluar dari kamar. “apa yang harus aku lakukan aku merasa tidak mampu membayar les bahasa inggris dan mandarin Hany karena uangku hasil menyupir hanya bias untuk membayar kebutuhan 1 buln” ucap ayah dalam hati.

Dikamar Hany terdengar suara music yang sangat keras “Let’s Dance Girl” teriak Hany menyemangati dirinya sendiri yang sedang menari.

Tok.. Tok..

“Hany.. kau tidak apa?” suara music langsung dimatikan oleh Hany dan Hany langsung membuka pintu “Ada apa aku tidak apa kok bu?”. “pelankan suara music itu ini sudah malam”.   “baiklah” Hany menutup pintu dan memutar music namun tidak terlalu besar seperti yang tadi.

Pukul 21.00

Hany sudah puas dengan menari sekarang hany ingin tidurdan besok akan sekolah

Keesokan hari.

Di sekolah.

“Ayo ayo ayo Hany hany hany”semangat teman-teman hany pada hany yang sedang melakukan adu tari denga kakak kelas. Musik diputar Hany memulainya dia melakukan gerakan yang mudah terlebih dahulu sebagai pemanasan, kemudian dilanjutkan kakak kelas mereka masih sama-sama melakukan gerakan yang mudah .

Karena lawan belum ada yang jatuh Hany memberikan gerakan yang susah dan berhasil dia lakukan, kakak kelas semakin melawan mereka melakukan gerakan yang lebih susah dan berhasil. Pertarungan semakin ketatmemaksakan mereka melkukan gerakan yang ditentukan “ Karena diantara kita tidak ada yang jatuh bagaimana kalau kita melakukan gerakan seperti angka 7 terbalik siapa yang paling lama dialah yang menang” ucap kakak kelas itu. Music diputar dengan volume yang semakin besar.

Mereka mel;akukan tari sederhana dahulu dan Sreet.. mereka berpose seperti 7 terbalik dengan kepala dibawah kaki diatas. Anak anak yang melihat semakin seru dan memberi semangat pada Hany.Tiba- tiba Brukk.. suara orang jatuh dan ternyata kakak kelaslah yang jatuh dan Hany menjadi pemenangnya. Hanypun berdiri dan tersenyum kemudian pergi dari kerumunan orang, dikerumunan tadi banyak yang member samangat pada Hany. Hany masuk kekelas dan dia menanti pelajaran dimulai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: