APRESIASI KECINTAAN TERHADAP BANGSA

APRESIASI KECINTAAN TERHADAP BANGSA

Keluarga pak Aldi terdiri dari Bu Salsha, Bella, dan Kiki. Bella adalah anak sulung yang sekarang duduk dikelas 2 SMA, sedangkan Kiki sekarang masih duduk dikelas 3 SMP. Dan pada Minggu pagi, keluarga pak Aldi sedang kerja bakti membersihkanrumah. Bella mendapat bagian membersihkan semua kamar, sedangkan Kiki membersihkan ruang keluarga. Setelah selesai membereskan dan membersihkan semua bagian rumah, Bella, Kiki, dan pak Aldi segera menuju ruang makan karena perut mereka sudah merasa lapar. BU Salsha sudah menyiapakan makanan untuk sarapan pagi ini.

Bu Salsha             : “ Ayo makan, pasti kalian sudah pada lapar.”

Pak Aldi                                : “ Wah, pasti enak. Ayo makan anak-anak !”

Bella dan Kiki      : “ Iya bu, yah.”

Setelah selesai makan, keluarga pak Aldi berkumpul bersama di ruang keluarga untuk berbincang-bincang masalah sekolah.

Pak Aldi                                : “ Bella, Aldi. Bagaimana dengan sekolah kalian ?”

Bella                      : “ Tidak ada m,asalah yah.”

Kiki                         : “ Tidak ada masalah yah. Tapi Kiki mendapat tugas dari Pak guru yah.”

Bu Salsha             : “ Tugas apa Ki, apa kamu kebingungan dengan tugasmu ?”

Kiki                         : “ Iya bu, yah. Aku sedikit kebingungan “

Bella                      : “ Memangnya kamu mendapat tugas apa Ki ?”

Kiki                         : “ Aku dapat tugas tentang cara mengapresiasi kecintaan terhadap bangsa kak ?”

Pak Aldi                                : “ Oo jadi itu masalahmu. Jadi begini Ki, jadi cara mengapresiasi kecintaan kita terhadap bangsa itu bias dilakukan dengan banyak cara. Seperti menghargai budaya baik, makanan, dan produk-produk yang ada di Indonesia. Seperti seni budaya kita, yaitu reog ponorogo pernah di klaim oleh Negara Malaysia bahwa reog adalah milik Malaysia. Kalau sudah begitu kita kan perlu meningkatkan lagi budaya kita dengan cara memperkenalkan budaya kita ini ke seluruh pelosok Indonesia atau pun luar negeri. Seperti mengadakan berbagai festival di luar negeri, agar semua orang dapat mengenal seni budaya Indonesia. “

Bu Salsha             : “ Iya, kalian tau tidak kita berdiskusi seperti ini pun juga sudah mengapresiasi budaya atau norma kebiasaan yang ada di Negara kita. “

Kiki                         : “ Kok bias bu ?”

Bu Salsha             : “ Coba kamu Tanya kakakmu, sepertinya kak Bella sudah tau yang ibu maksud. “

Kiki                         : “ Kakak tau, kenapa sekarang kita sudah mengapresiasi kecintaan kita terhadap bangsa kita kak ?”

Bella                      : “ Begini dek.  Kita sekarang berkumpul disini untuk berdiskusi tentang tugas kamu. Kitta menghargai pendapat dari ayah, seperti  norma yang ada di Negara kita yang salah satunya yaitu menghargai pendapat orang lain dek. Begitu dek, apa kamu sudah paham ?”

Kiki                         : “ Sudah kak.”

Bu Salsha             : “ Benar kata kakakmu, memang kita tidak sadar sudah melakukan pengapresiasian norma yang ada di Negara kita.”

Pak Aldi                                : “ Bagaimana ki ? sudah mengerti semua yang dimaksud kan ?”

Kiki                         : “ Sudah yah, kiki sudah paham semuanya. Terima kasih ya, bu, dan kak Salsha.”

Semua                  : “ Iya sama-sama.”

 

Keesokan harinya setelah sarapan, Bella dan Kiki segera berpamitan kepada Ibu untuk pergi berangkat ke sekolah.

Bella dan Kiki      : “ Bu, kita berangkat dulu. Assalamualaikum “

Bu Salsha             : “ Iya, hati-hati. Waalaikumsallam “

Ternyata ayah pak Aldi sudah menunggu di mobil. Lalu mereka berangkat karena takut jalanan mcet. Sesampainya di sekolah, Bella dan Kiki segera menuju ke kelas masing-masing. Sesampainya Kiki di kelas, bel sudah berbunyi. Dan waktunya pelajaran Pkn. Tetapi Ruben yang teman sebangku Kiki terus bicara karena dia tidak suka  dengan pelajaran Pkn. Dan tiba-tiba dating seorang laki-laki.

Laki-laki                : “Assalamu’alaikum …,”

Anak-anak          : “Wa’alaikumussalam …,”

Laki-laki                : “Perkenalkan, nama saya Fauzi Abu Bakar, kalian bisa panggil saya Pak Fauzi. Saya akan menjadi guru PKn kalian mulai dari sekarang. Sebelum kita memulai pelajaran, coba kalian perkenalkan diri kalian satu persatu, Mulai dari yang paling depan saja”

Setelah memperkenalkan diri, pak Fauzi segera melanjutkan pelajaran.

Pak Fauzi             : “Baiklah, karena sudah perkenalan, mari kita mulai pelajaran. Hmm, sampai bab berapa pelajarannya, mbak mas?”

Ruben                   : ““Enggak tahu, Pak. Gurunya aja ngajar gak jelas, Loncat sana loncat sini, sama sekali kayak katak.”

Pak Fauzi             : ““Baiklah, karena kalian tampaknya tidak semangat, saya akan cerita, Kisah ini kisah nyata yang dialami oleh saudara sepupu saya, namanya Kak Nayyif. Dia seorang sangat cerdas di sekolahnya, terutama dalam pelajaran math dan science. Setelah lulus SMA, ia dibiayai oleh pemerintah untuk sekolah di luar negeri dengan ikatan dinas. Iapun berangkat ke sebuah universitas di Washington dan bersekolah di sana. Di sana ia sakit, lalu ia periksa kepada seorang dokter dan ia positif mengidap suatu penyakit kanker dan diprediksi hidupnya tidak akan lama lagi. Lalu pada suatu hari, ia didatangi oleh tim dari Netherland dan ditawari untuk diobatkan tapi harus bersekolah di Amsterdam lalu bekerja untuk pemerintah Netherland.

Kak Nayyif pun menolak karena ia ingat bahwa ia bisa pergi dan sekolah di sini karena dibiayai oleh pemerintah Indonesia. Lalu Kak Nayyif berdo’a bahwa ia ingin sekali melajutkan sekolahnya lalu bisa pulang kembali dan membangun negaranya, Indonesia, maka jika Allah meridhai niatnya itu, ia minta disembuhkan. Kemudian datanglah seorang dokter muslim dari sebuah rumah sakit besar di USA dan menawari Kak Nayyif pengobatan gratis. Kak Nayyif menerima tawaran tersebut.

Kak Nayyif pun diobati oleh para ahli kesehatan dari rumah sakit besar tersebut dan pada akhirnya ia berhasil sembuh. Setelah sembuh, Kak Nayyif mulai menempuh sekolah S3-nya. Saat hendak lulus, ia didatangi oleh FBI untuk menjadi salah satu bagian dari mereka, tapi dengan demikian ia harus meninggalkan semua hidupnya dan hidup menjadi orang lain dengan identitas dan alamat lain, ia juga harus meninggalkan keluarganya dan seluruh kehidupannya di Indonesia. Kak Nayyif pun menolak dengan tawaran itu karena ia sangat ingin kembali pulang dan membangun negaranya.

Nah, dari sini banyak pelajaran yang dapat kita ambil, seperti Untuk dapat membangun negara, rasa nasionalisme adalah hal yang utama dan hal yang sangat diperlukan oleh seseorang. Tapi nasionalisme tidak dapat berdiri sendiri. Seseorang yang memiliki rasa nasionalisme kuat tapi tidak diimbangi dengan iman yang kuat pula, maka akan memunculkan paham bernama fasisme, yaitu merasa bangsanya yang paling unggul. Saya akui, pelajaran PKn sangatlah membosankan, mengantukkan, dan menyebalkan. Saya tidak menuntut kalian semua untuk cinta pelajaran yang membosankan ini, yang saya inginkan adalah kalian semua cinta terhadap Indonesia.”

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: