6 Kesalahan Fatal Saat Wawancara Kerja

6 Kesalahan Fatal Saat Wawancara Kerja
http://www.wolipop.com/read/2010/09/16/113259/1441594/857/6-kesalahan-fatal-saat-wawancara-kerja

Jakarta – Bukan hanya CV yang menarik, wawancara kerja juga menjadi hal penentu apakah Anda layak untuk diterima atau tidaknya di suatu perusahaan. Jika kesempatan wawancara telah Anda dapat, jangan menyia-nyiakan dengan kesalahan yang mungkin Anda tidak sadari.

Apa saja yang membuat Anda tidak diterima di suatu perusahan? Berikut enam kesalahan yang sering terjadi saat wawancara kerja:

1. Penampilan
Pada saat pertama kali wawancara kerja di suatu perusahaan, bagian HRD akan melihat terlebih dahulu penampilan Anda. Mau sepintar apa pun dan banyaknya keahlian yang Anda miliki, penampilan tetaplah menjadi nilai utama untuk membuat kesan pertama yang baik.

Untuk itu, berbusanalah layaknya orang kantoran. Kemeja dengan warna netral, rok bermodel pensil atau celana bahan, serta sepatu jenis pumps dapat menjadi cara terbaik untuk terlihat profesional.

2. Terlalu banyak berbicara tentang gaji
Kesalahan yang sering terjadi adalah pelamar tidak bisa mengungkapkan apa yang ia inginkan dengan karirnya di perusahaan yang dilamar. Bukannya mengungkapkan keahlian dan tanggung jawab yang akan diemban, pelamar malah langsung membicarakan gaji. Ini dapat melemahkan kehandalan Anda jika terus menerus membicarakan tentang gaji.

3. Sikap yang arogan
Banyak pelamar melihat HRD tidak terlalu berguna, alasannya karena Anda langsung ingin berhadapan dengan supervisor. Padahal jika Anda ingin mendapatkan pekerjaan, HRD direkrut oleh perusahaan untuk mewawancara Anda sebelum diwawancarai oleh supervisor. Jika sikap Anda terlalu arogan dan terlihat meremehkan HRD tentu membuat Anda sulit mendapatkan pekerjaan.

4. Berpikir klise
Jika Anda menghafal semua jawaban untuk pertanyaan HRD, peluang Anda untuk diterima menjadi lebih kecil. Karena jika Anda menghafal dan membuat jawaban layaknya orang berpidato tentunya jawaban Anda terlihat membosankan. Anda bisa memikirkan jawaban di rumah, namun tidak perlu sampai dihafal. Hal ini dikarenakan, jika pertanyaan berbeda saat ditanyakan oleh HRD malah membuat Anda semakin grogi. Buatlah jawaban yang spontan, cepat dan kritis.

5. Tidak percaya diri
Perusahaan tidak mencari orang yang pemalu dan tidak memiliki ambisi. Tunjukkan rasa percaya diri pada sikap dan setiap jawaban. Jika pewawancara menanyakan pengalaman kerja Anda di tempat terdahulu, cobalah untuk tidak menggunakan kata ganti seperti ‘kita’ atau ‘kami’, fokuskan pada prestasi pribadi yang telah Anda buat.

6. Tidak mengetahui tentang perusahaan yang dilamar
Hal yang terakhir yang perlu Anda ketahui adalah, pastikan Anda mengetahui tentang sejarah perusahaan dan bagaimana cara kerja perusahaan. Akan tampak bodoh jika Anda tidak mengetahui berapa lama perusahaan berdiri, bisnisnya di bidang apa dan siapa pesaingnya.

(kik/kik)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: