Soal-soal Kimia

Berikut ini ada gambar-gambar soal kimia :

IMG-20130524-02419 IMG-20130524-02419(1) IMG-20130524-02419(2) IMG-20130524-02420 IMG-20130524-02420(1) IMG-20130524-02421 IMG-20130524-02421(1) IMG-20130524-02422 IMG-20130524-02423 IMG-20130524-02423(1) IMG-20130524-02424 IMG-20130524-02425 IMG-20130524-02429 IMG-20130524-02429(1) IMG-20130524-02431 IMG-20130524-02431(1)

link the covenant Mau Tau Kenapa Islam Melarang Aborsi ngkapan bijak tentang cinta dan perasaan PENGUMUMAN UJIAN NASIONAL PROPOSAL SKRIPSI RKS PEMBUATAN JALAN INSPEKSI

SDP EPROC KONSTRUKSI PASCA 2013 PEK. PEMBUATAN JALAN INSPEKSI AWM LIMITED denis Dyli Tiara Jatra

HASIL LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA

HASIL LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga saya dapat menyelesaikan tugas hasil laporan Praktikum Kimia ini.

 

Dalam penyusunannya, saya mengucapkan terimakasih kepada  Guru Kimia saya yaitu Bapak Agus yang telah memberikan dukungan, kasih, dan kepercayaan yang begitu besar. Dari sanalah semua kesuksesan ini berawal, semoga semua ini bisa memberikan sedikit kebahagiaan dan menuntun pada langkah yang lebih baik lagi.

 

Meskipun saya berharap isi dari laporan praktikum saya ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar tugas makalah praktikum kimia ini dapat lebih baik lagi.

Akhir kata saya mengucapkan terimakasih, semoga hasil laporan praktikum saya ini bermanfaat.

Surabaya, 28 Februari 2013

Penyusun

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ……………………………..…………………..…………….         i

KATA PENGANTAR ………………………………………………………………..    ii

DAFTAR ISI …………………………………………………   iii

BAB I 

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang …………………………………

1.2 Rumusan Masalah …………………………….

1.3 Tujuan Penulisan ………………………………

Bab II

PEMBAHASAN

2.1 Kajian …………………………………………….

Bab III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan ………………………………………..
3.2 Saran ………………………………………………

DAFTAR PUSTAKA

…………………………………………………………… iv

 

 

BAB I


PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Masalah Garam telah lama dikenal dan digunakan oleh masyarakat luas. Garam di dalam kimia Di dalam kehidupan sehari-hari, garam dikenal sebagai bumbu masak yang memberi rasa asin pada masakan. Sementara itu, di dalam konsep kimia, garam merupakan senyawa ion yang terbentuk dari penggabungan ion negatif sisa asam dengan ion positif sisa basa. Karena merupakan gabungan dari ion-ion sisa asam dan sisa basa, maka garam umumnya berbentuk larutan. Dalam konsep kimia, dikenal tiga jenis garam yaitu: 1. Garam yang bersifat netral, berasal dari asam kuat dan basa kuat. 2. Garam yang bersifat asam, berasal dari asam kuat dan basa lemah. 3. Garam yang bersifat basa, berasal dari asam lemah dan basa kuat. Selain itu, juga terdapat garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah.

Hidrolisis garam Berdasarkan reaksi hidrolisis, yaitu reaksi zat dengan air, garam-garam bila direaksikan dengan air akan menghasilkan beberapa zat. Hidrolisis garam yang bersifat asam akan menghasilkan ion H3O+ yang bersifat asam. Sementara hidrolisis garam yang bersifat basa akan menghasilkan ion OH- yang bersifat basa. Hidrolisis garam netral tidak menghasilkan zat apapun. Garam dapur yang telah banyak dikenal juga merupakan senyawa ion dengan rumus kimia NaCl. Bentuk padat garam ini diperoleh melalui proses kristalisasi. Garam ini berasal dari asam kuat HCl dan basa kuat NaOH, sehingga termasuk garam netral. Karena hidrolisis garam netral tidak menghasilkan zat apapun, maka garam ini (NaCl) bisa dikonsumsi karena tidak mengubah keseimbangan asam basa di dalam tubuh.

1.2 Rumusan Masalah

  • Apa Pengertian Hidrolisis..?
  • Bagaimana Garam dari Asam Kuat dan Basa Kuat
  • Bagaimana Garam dari Asam Kuat dan Basa Lemah
  • Bagaimana Garam dari Asam Lemah dan Basa Kuat
  • Bagaimana Garam dari Asam Lemah dan Basa Lemah

 

1.3 Tujuan

  • memahami pengertian garam yang mengalami hidrolisis
  • menentukan ciri-ciri garam yang dapat terhidrolisis
  • menentukan pH larutan garam yang berasal dari asam dan basah kuat
  • menetunkan pH larutan garam yang berasal dari asan kuat dan basah lemah
  • menetukan pH larutan garam yang berasal dari asam lemah dan asam kuat
  • menentukan pH larutan garam yang berasal dari asam dan basah lemah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II


PEMBAHASAN

Pengertian Hidrolisis

Hidrolisis berasal dari kata hidro yaitu air dan lisis berarti penguraian, berarti hidrolisis garam adalah penguraian garam oleh air yang menghasilkan asam dan basanya kembali.

Jadi ketika garam dilarutkan di dalam air, maka akan terjadi suatu reaksi kesetimbangan yang bersifat reversibel. Serta menghasilkan suatu zat baru dan ion-ion bebas H+ dan OH-

 

  1. 1. GARAM DARI ASAM KUAT DAN BASA KUAT

Larutan garam ini bersifat NETRAL. Sebagai contoh, reaksi netralisasi antara NaOH dan HCl menghasilkan garam NaCl. Didalam air, NaCl terionisasi sempurna menghasilkan ion Na+ dan Cl-.

NaOH (aq) + Hcl (aq) → NaCl (aq) + H2O (l)

basa asam netral

kuat kuat

NaCl (aq) → Na+ (aq) + Cl- (aq)

ion Na+ berasal dari basa kuat dan ion Cl- juga berasal dari asam kuat, jadi kedua ion tersebut merupakan asam dan basa Bronsted-Lowry lemah sehinga keduanya tidak bereaksi dalam air (tidak terhidrolisis). Oleh karena itu larutan bersifat netral atau pH = 7.

  1. 2. GARAM DARI ASAM KUAT DAN BASA LEMAH

Konsep

Larutan garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah ini bersifat ASAM. Sebagai contoh adalah NH4Cl, garam ini terbentuk dari hasil reaksi netralisasi antara NH3 dan HCl dan didalam air terionisasi sempurna menghasilkan ion NH4+ dan Cl-

NH3 (aq) + HCl (aq) → NH4Cl (aq)

basa lemah asam kuat asam

NH4Cl (aq) → NH4+ (aq) + Cl- (aq)

ion Cl- berasal dari asam kuat, merupakan Bronsted-Lowry lemah sehingga tidak bereaksi dengan air (tidak mampu menarik ion H+), sedangkan ion NH4+ berasal dari basa lemah, jadi merupakan asam Bronsted-Lowry kuat sehingga dapat bereaksi dengan air (terhidrolisis) atau memberikan ion H+ kepada air.

NH4+ (aq) + H2O (l) ↔ NH3 (aq) + H3O+ (l)

karena ion NH4+ dapat memberikan dapat memberikan ion H+ kepada air maka larutan menjadi bersifat ASAM dan diketahui harga Ka (konstanta ionisasi asam) dari kesetimbangan diatas adalah 5,6 x 10-10.

Penentuan pH

untuk memahami penentuan pH garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah, perhatikan contoh berikut ;

jika diketahui 0,1 M NaCH3COO dan Ka CH3COO = 1,8 x 10-5, maka di dalam air garam NaCH3COO terionisasi sempurna dengan persamaan reaksi berikut,

NaCH3COO (aq) → Na+ (aq) + CH3COO- (aq)

karena koefisian NaCH3COO dan CH3COO- sama, maka [CH3COO- ] = [ NaCH3COO] = 0,1 M

ion CH3COO- mengalami hidrolisis sebagai berikut,

CH3COO- (aq) + H20 (l) ↔ CH3COOH- (aq) + OH (aq)

persamaan hidrolisisnya adalah sebagai berikut,

Kh = [ CH3COOH][OH-] / [CH3COO-]

 

 

 

  1. 3. ASAM LEMAH DAN BASA KUAT

Konsep

Larutan garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat ini bersifat BASA sebagai contoh adalah NaCH3COO, garam ini terbentuk dari hasil reaksi netralisasi antara NaOH dan CH3COOH dan didalam air terionisasi sempurna menghasilkan ion Na+ dan CH3COO-.

NaOH (aq) + CH3COOH (aq) → NaCH3COO (aq) + H20 (l)

CH3COOH (aq) → Na+ (aq) + CH3COO- (aq)

ion CH3COO- berasal dari asam lemah, jadi merupakan basa Bronsted-Lowry kuat sehingga dapat bereaksi dengan air (terhidrolisis) atau menarik ion H+, sedangakan ion Na+ berasal dari basa kuat, jadi merupakan asam Bronsted-LOwry lemah sehingga tidak dapat bereaksi dengan air (tidak dapat memberikan ion H+).

CH3COO- (aq) + H20 (l) ↔ CH3COOH (aq) + OH- (aq)

karena ion CH3COO- dapat menarik/menerima ion H+ dari air dan membentuk ion OH- maka larutan menjadi bersifat BASA dan diketahui harga Kb (konstanta ionisasi basa) dari kesetimbangan diatas adalah 5,6 x 10 -10.

Penentuan pH

untuk memahami penentuan pH garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat, perhatikan contoh berikut,

jika diketahui 0,1 M NaCH3COO dan Ka CH3COO = 1,8 x 10 -5, maka

didalam air garam NaCH3COO terionisasi sempurna dengan persamaan reaksi berikut,

NaCH3COO (aq) Na+ (aq) + CH3COO- (aq)

karena koefisien NaCH3COO dan CH3COO- sama, maka [CH3COO-]=[ NaCH3C00]=0,1M,

CH3COO- (aq) + H2O (l) ↔ CH3COOH (aq) + OH (aq)

persamaan tetapan hidrolisisnya adalah sebagai berikut ;

Kh = [CH3COOH][OH-]/[CH3COO-]

 

  1. 4. ASAM LEMAH DAN BASA LEMAH

Konsep

Larutan garam yang berasal dari asam lemah ini dapat bersifat ASAM, BASA, atau NETRAL. Ini bergantung pada kekuatan relatif asam atau basa dari garam yang terbentuk.

Untuk jenis garam ini baik kation maupun anion dapat bereaksi dalam air (terhidrolisis) maka garam ini dapat dikatakan dapat mengalami hidrolisis total. Sebagai contoh : garam NH4CH3COO. Dalam air garam ini terionisasi sempurna menjadi ion NH4+ dan CH3COO-. Baik ion NH4+ maupun ion CH3COO- berasal dari basa lemah dan asam lemah sehingga kedua ion tersebut berturut-turut sebagai asam dan basa Bronsted-Lowry yang kuat dan keduanya terhidrolisis.

NH4CH3COO (aq) → H4+ (aq) + CH3COO- (aq)

NH4+ (aq) + H2 (l) ↔ NH3 (aq) + H3+ (aq)

CH3COO- (aq) + H20 (l) ↔ CH3COOH (aq) + OH- (aq)

sifat larutan garam ini bergantung pada kekuatan relatif asam dan basa yang bersangkutan, jika Ka <>3COO-) akan terhidrolisis lebih banyak dan larutan akan bersifat basa ; jika Ka > Kb, maka kation (NH4+) yang terhidrolisis lebih banyak dan larutan bersifat asam. Sedangkan jika Ka = Kb, maka larutan akan bersifat netral.

Penentuan pH

untuk dapat menentukan pH larutan garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah, secara kuantitatif sukar dikaitkan dengan harga Ka dan Kb maupun dengan konsentrasi garamnya. pH yang tepat hanya dapat ditentukan dengan cara pengukuran.

Namun pH larutan garam ini dapat diperkirakan dengan menggunakan rumus

[H+] = Kw.Ka ; Kh = Kw

Kb Ka.Kb

Dasar Teori Hidrolisis Garam

Hidrolisis adalah reaksi peruraian suatu garam dalam air. Reaksi hidrolisis terjadi antara ion-ion garam (dalam air) dengan air sehingga ion (+) dan ion (-) dari garam bereaksi dengan air membentuk asam dan basa asalnya. Hidrolisis garam pada dasarnya merupakan reaksi asam basa Bronsted-Lowry.

Pencampuran larutan asam dengan larutan basa akan menghasilkan garam dan air. Namun demikian, garam dapat bersifat asam, basa maupun netral. Sifat garam bergantung pada jenis komponen asam dan basanya. Garam dapat terbentuk dari asam kuat dengan basa kuat, asam lemah dengan basa kuat, asam kuat dengan basa lemah, atau asam lemah dengan basa lemah. Jadi, sifat asam basa suatu garam dapat ditentukan dari kekuatan asam dan basa penyusunnya. Sifat keasaman atau kebasaan garam ini disebabkan oleh sebagian garam yang larut bereaksi dengan air. Proses larutnya sebagian garam bereaksi dengan air ini disebut hidrolisis (hidro yang berarti air dan lisis yang berarti peruraian).

Ada dua macam hidrolisis
1. Hidrolisis parsial/sebagian
(jika garamnya berasal dari asam lemah dan basa kuat atau sebaliknya & pada hidrolisis sebagian hanya salah satu ion saja yang mengalami reaksi hidrolisis, yang lainnya tidak)
2. Hidrolisis total
(jika garamnya berasal dari asam lemah dan basa lemah).
Beberapa jenis garam berdasarkan komponen asam basa pembentuknya

Catatan: Garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak mengalami hidrolisis dan bersifat netral.
Di dalam air garam ini mengalami ionisasi sempurna menjadi anion dan kation.

1. Garam dari Asam Kuat dengan Basa Kuat

Asam kuat dan basa kuat bereaksi membentuk garam dan air. Kation dan anion garam berasal dari elektrolit kuat yang tidak terhidrolisis, sehingga larutan ini bersifat netral, pH larutan ini sama dengan 7.

Contoh

Larutan KCl berasal dari basa kuat KOH terionisasi sempurna membentuk kation dan anionnya. KOH terionisasi menjadi H + dan Cl - . Masing-masing ion tidak bereaksi dengan air, reaksinya dapat ditulis sebagai berikut.

KCl (aq) → K + (aq) + Cl - (aq)

K + (aq) + H 2 O (l)

Cl - (aq) + H 2 O (l)

2. Garam dari Asam Kuat dengan Basa Lemah

Garam yang terbentuk dari asam kuat dengan basa lemah mengalami hidrolisis sebagian (parsial) dalam air. Garam ini mengandung kation asam yang mengalami hidrolisis. Larutan garam ini bersifat asam, pH <7.

Contoh

Amonium klorida (NH 4 Cl) merupakan garam yang terbentuk dari asam kuat, HCl dalam basa lemah NH 3 . HCl akan terionisasi sempurna menjadi H + dan Cl - sedangkan NH 3 dalam larutannya akan terionisasi sebagian membentuk NH 4 + dan OH - . Anion Cl - berasal dari asam kuat tidak dapat terhidrolisis, sedangkan kation NH 4 + berasal dari basa lemah dapat terhidrolisis.

NH 4 Cl (aq) → NH 4 + (aq) + Cl - (aq)

Cl - (aq) + H 2 O (l)

NH 4 + (aq) + H 2 O (l) → NH 3 (aq) + H 3 O + (aq)

Reaksi hidrolisis dari amonium (NH4+) merupakan reaksi kesetimbangan. Reaksi ini menghasilkan ion oksonium (H 3O+) yang bersifat asam (pH<7). Secara umum reaksi ditulis:

BH + + H 2 O → B + H 3 O +

3. Garam dari Asam Lemah dengan Basa Kuat

Garam yang terbentuk dari asam lemah dengan basa kuat mengalami hidrolisis parsial dalam air. Garam ini mengandung anion basa yang mengalami hidrolisis. Larutan garam ini bersifat basa (pH > 7).

Contoh

Natrium asetat (CH 3 COONa) terbentuk dari asam lemah CH 3 COOH dan basa kuat NaOH. CH 3 COOH akan terionisasi sebagian membentuk CH 3 COO - dan Na + . Anion CH 3 COO - berasal dari asam lemah yang dapat terhidrolisis, sedangkan kation Na + berasal dari basa kuat yang tidak dapat terhidrolisis.

CH 3 COONa (aq) → CH 3 COO - (aq) + Na + (aq)

Na + (aq) + H 2 O (l)

CH 3 COO - (aq) + H 2 O (l) → CH 3 COOH (aq) + OH - (aq)

Reaksi hidrolisis asetat (CH3COO) merupakan reaksi kesetimbangannya. Reaksi ini menghasilkan ion OH yang bersifat basa (pH > 7). Secara umum reaksinya ditulis:

A - + H 2 O → HA + OH -

4. Garam dari Asam Lemah dengan Basa Lemah

Asam lemah dengan basa lemah dapat membentuk garam yang terhidrolisis total (sempurna) dalam air. Baik kation maupun anion dapat terhidrolisis dalam air. Larutan garam ini dapat bersifat asam, basa, maupun netral. Hal ini bergantung dari perbandingan kekuatan kation terhadap anion dalam reaksi dengan air.

Contoh

Suatu asam lemah HCN dicampur dengan basa lemah, NH 3 akan terbentuk garam NH4CN. HCN terionisasi sebagian dalam air membentuk H + dan CN - sedangkan NH 3 dalam air terionisasi sebagian membentuk NH4+ dan OH-. Anion basa CN - dan kation asam NH 4 + dapat terhidrolisis di dalam air.

NH 4 CN (aq) → NH 4 + (aq) + CN - (aq)

NH 4 + (aq) + H 2 O → NH 3(aq) + H 3 O (aq) +

CN - (aq) + H 2 O (e) → HCN (aq) + OH - (aq)

Sifat larutan bergantung pada kekuatan relatif asam dan basa penyusunnya (Ka dan Kb)

- Jika Ka < Kb (asam lebih lemah dari pada basa) maka anion akan terhidrolisis lebih banyak dan larutan bersifat basa.

- jika Ka > Kb (asam lebih kuat dari pada basa) maka kation akan terhidrolisis lebih banyak dalam larutan bersifat asam.

- Jika Ka = Kb (asam sama lemahnya dengan basa) maka larutan bersifat netral.

GAMBAR

 

 

 

 

 

 

 

UJIAN PRAKTEK SEKOLAH

TAHUN PELAJARAN 2012-2013

MATA PELAJARAN    : KIMIA

KELAS/PROGRAM     : XII IPA 4

HARI/TANGGAL                   : RABU, 27-02-2013

WAKTU                        : 30 MENIT

 

G. REAKSI HIDROLISIS LARUTAN GARAM

I. Tujuan : Mengelompokkan larutan garam yang bersifat asam, basa                dan netral

II. Alat dan Bahan :

  1. Pelat Tetes (1)
  2. Pipet Tetes (1)
  3. Kertas Lakmus Merah
  4. Kertas Lakmus Biru
  5. Larutan yang diuji sesuai tabel

III. Cara Kerja :

  1. Letakkan sepotong kertas kecil kertas Lakmus Merah kedalam ke 6 cekungan pelat tetes.
  2. Teteskan berturut-turut larutan 1,2,3 sampai 6 sesuai tabel kedalam cekungan pelat yang berisi kertas Lakmus Merah.
  3. Amati perubahan yang terjadi pada setiap kertas Lakmus Merah dan catat hasil pengamatan pada kolom tabel yang tersedia.
  4. Ulangi langkah kedua pada Lakmus Biru
  5. Ulangi langkah ketiga, catat pada kolom tabel yang tersedia

IV. Tabel Pengamatan :

No.

Cairan yang

Diuji/diteskan

Perubahan Warna

 

Sifat

Lakmus Merah

Lakmus Biru

1

KCl

Tetap

Tetap

Netral

2

NH4Cl

Merah

Merah

Asam

3

CH3COONa

Biru

Biru

Basa

4

Na2SO4

Tetap

Tetap

Netral

5

Pb(NO3)2

Merah

Merah

Asam

6

Na2CO3

Biru

Biru

Basa

 

V. Pertanyaan :

  1. Larutan yang bersifat asam adalah …

Yaitu larutan garam yang berasal dari basa kuat/lemah atau asam kuat/lemah ?

  1. Larutan garam yang mengalami Hidrolisis Anion adalah …
  2. Tuliskan reaksi Hidrolisi larutan NH4Cl !

 

 

 

 

 

 

 

 

 

JAWAB !

  1. Larutan yang bersifat asam dari praktikum diatas adalah NH4Cl dan Pb(NO3)2

Larutan Garam tersebut dari Asam kuat dan Basa lemah

  1. Larutan yang mengalami hidrolisis anion adalah CH3COONa
  2. Reaksi NH4Cl à

NH4Cl         NH4+4  + Cl-

NH4 + H2O        NH3 + H3O

Cl+ H2O         tidak ada reaksI

Jadi, Hidrolisis parsial menghasilkan ion H3O+  sehingga bersifat asam

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Beberapa jenis garam berdasarkan komponen asam basa pembentuknya. Proses larutnya sebagian garam bereaksi dengan air ini disebut hidrolisis (hidro yang berarti air dan lisis yang berarti peruraian). Ada dua macam hidrolisis yaitu Hidrolisis parsial/sebagian dan Hidrolisis total. Garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak mengalami hidrolisis dan bersifat netral. Di dalam air garam ini mengalami ionisasi sempurna menjadi anion dan kation.

3.2 Saran

Dalam pembelajaran larutan khususnya “ Hidrolisis Garam ” penambahan karena dalam mengkaji materi tersebut banyak ditemukan kendala-kendala terutama. Untuk itu saran dari kelompok lain dalam pemaparan hasil diskusi nanti membutuhkan pemahaman yang mendalam dari masing-masing kelompok. Agar dapat menambah wawasan dalam mempelajari kimia khususnya “ Hidrolisis Garam ”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Brady, J.E. 1990.General Chemistry Principle and Structure.New York : John Willey & Sons, Inc.

Lukman, C. et al (Ed) . 1995 .Oxford Ensiklopedi Pelajar . Jakarta Widyadara.

Pettruci,Ralph .H .1992 .Kimia Dasar Prinsip dan Tetapan Modern .Terjemahan Suminar .Jakarta :Erlangga

Wilson, Mitchell .1990 .Energi .Terjemahan Budi Sudarsono .Jakarta :Tira Pustaka.

Morris, Jane .1991 .GCSE Chesmitry .London :Collins Education.

Sutarsa, Tatang et.al .1994 .Kimia 2 .Cetakan Pertama.Jakarta :Yudhistira.

Download

 HASIL LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA

BAHAN KIMIA DI RUMAH

BAHAN KIMIA DI RUMAH

  1. 1.      BAHAN PEMBERSIH

 

SABUN : Kandungan utama sabun adalah Na-karboksilat (RCOONa), sabun mandi dibuat dari campuran basa dengan minyak. Umumnya basa yang digunakan adalah kalium hidroksida (KOH). Pada beberapa sabun mandi ditambahkan sulfur yang berfungsi sebagai antiseptik. Garam mandi merupakan zat aditif yang berfungsi memberi nilai tambah bagi sebuah peran sabun mandi. Garam mandi umumnya mengandung garam-garam anorganik, minyak esensial dan pewangi.

 

PASTI GIGI. Hampir setiap hari orang memakai pasta gigi, karena tidak ingin sakit gigi. Sakit gigi umumnya disebabkan karies atau disebut demineralisasi (penghilangan mineral). Karies timbul karena adanya plak gigi yang merupakan lengketan bakteri dan produk-produk yang terbentuk pada permukaan gigi. Jenis bakteri ini dapat meningkatkan keasaman gigi, akibatnya email gigi ikut larut dan timbullah karies. Umumnya pasta gigi mengandung fluorida yang berfungsi sebagai pembunuh bakteri dan kalsium.

 

2.         BAHAN PEMUTIH

Pemutih adalah sejenis sabun, umumnya cair, namun bukan sabun, yang digunakan untuk memutihkan pakaian. Pemutih umumnya memiliki bahan aktif klorin. Zat ini cukup berbahaya, maka hati-hati dalam menggunakannya. Selain klorin, bahan aktif lainnya adalah sodium perborat. Sodium perborat berupa bubuk berwarna putih yang banyak digunakan untuk memutihkan tekstil.

Tidak hanya pakaian yang menggunakan pemutih. Akibatnya banyaknya iklan di televisi yang memunculkan pemikiran bahwa orang cantik adalah yang berkulit putih, maka banyak orang membeli pemutih wajah. Berhati-hatilah dalam menggunakan pemutih wajah, karena da yang menggunakan merkuri.

 

3.         BAHAN PEWANGI

Wangi-wangian yang dipakai di badan, digunakan di ruangan, atau disemprotkan ke pakaian, pada dasarnya adalah sama, hanya bahan pencampuranya saja yang berbeda. Jaman dahulu, orang mengambil wangi-wangian dengan cara penyulingan (destilasi) dari tumbuh-tumbuhan asli. Sekarang, orang membuat wangi-wangian di pabrik dengan bahan baku yang berasal dari minyak bumi. Jadi, wangi melati dari parfummu sama dengan wangi melati yang ada di bunga melati, namun sumbernya berbeda. Wangi yang ada di parfum bajumu sama sekali bukan dari bunga melati sungguhan. Namun, dibuat sedemikian rupa agar mirip dengan melati sungguhan. Menarik bukan?

 

 

 

Soal-soal Kimia SMA

//=================================================================
//=== :D KALAU ADA YANG BISA BANTU. TOLONG DIJAWAB YA :D =================
//=================================================================

Tuliskan jawaban pertanyaan berikut secara SISTEMATIS !

1. Jelaskan teori atom menurut Dalton, Thomson, Rutherford, dan Bohr ! ( beserta kelebihan dan kekurangannya )

2. Suatu ion X- mengandung 74 neutron dan 53 elektron. Tentukan periode dan golongan atom X !

3. Tembaga di alam mempunyai 2 isotop 63 29 Cu dan 65 29 Cu. Jika massa atom tembaga adalah 63,5, kelimpahan isotop yang ringan adalah………

4. Pernyataan yang benar mengenai sistem periodik modern adalah ……..
A. disusun berdasarkan kenaikan massa atom dan kemiripan sifat
B. terdiri atas 7 periode dimana periode 3 dan seterusnya disebut periode panjang
C. unsur transisi dalam Lantanida beranggotakan 14 unsur menempati golongan III B periode ketujuh
D. terdiri atas 18 golongan utama (A) dimana unsur transisi (B) terletak antara golongan IIA dan IIIA
E. ditemukan oleh Henry.G Moseley dan disusun berdasarkan kenaikan nomor atom

5. Diket unsur-unsur sebagai berikut 19T, 20U, 32V, 33W, 34X, 35Y dan 36Z. Tentukan :
a. Susunan menurut kenaikan AE b. Keelektronegatifan terbesar
c. Unsur yang paling logam, paling nonlogam dan metaloid
d. Logam dan nonlogam paling reaktif e.Titik didih terendah dan titik leleh tertinggi

6. Gambarkan rumus Lewis dan rumus bangun (struktur) untuk setiap rumus molekul berikut :
a. CO3 2- b. NH3BCl3

7. Tabel mengenai berbagai sifat fisis zat
Zat Titik
Leleh Titik
Didih Kelarutan dalam air Daya Hantar
Padatan Lelehan
A 1.070 1.900 Tidak larut Baik Baik
B 44 280 Tidak larut Sangat buruk Sangat buruk
C - 39 357 Tidak larut Baik Baik
D 1.100 2.140 Larut Sangat buruk Baik
E -185 -6 Tidak larut Sangat buruk Sangat buruk
Di antara kelima zat itu, manakah yang mungkin a) Senyawa ion b) Senyawa kovalen

8. Unsur X dan Y membentuk senyawa ion dan senyawa kovalen dengan rumus Empiris yang sama X3Y2. Kemungkinan golongan P dan Q adalah ………

9. 25 mL campuran gas etana dan propana memer lukan 110 L gas oksigen untuk pembakaran. Volume udara pada keadaan tersebut jika udara mengandung 25 % karbondioksida adalah ….. L

10. Untuk menanam sayuran diperlukan 14 g nitrogen tiap m² tanah. Massa pupuk ZA dengan 90% massa (NH4)2SO4 yang harus disebarkan merata pada tanah seluas 1 ha adalah ….. ton

11. Sebanyak 60 gram asam laktat jika dibakar sempurna menghasilkan 88 g karbondioksida dan 36 gram air. Jika Mr asam laktat = 90, maka rumus molekul asam laktat tersebut adalah ……

12. Pernyataan tentang isomer berikut :
1. 4 neobutil 2 heptuna berisomer kerangka dengan (CH3) (C2H5) CH C C CH (C2H5) CH2 (CH3)
2. 2,3,4 trimetil 2 pentena berisomer posisi dengan CH2 C (C2H5) CH (CH3) (C2H5)
3. C2H5 Cl

C  C adalah trans 1,2 dikloro
1 butena
Cl H
4. Isoheksana mempunyai titik leleh dan didih lebih tinggi daripada neoheksana
Yang benar adalah ……

13. Tuliskan reaksi serta beri nama IUPAC senyawa yang terbentuk dari setiap hidrokarbon berikut
a. Isopentana + Br2 →
b. Isopropil asetilena + HCl →

14. Manakah pereaksi yang bertindak sebagai reduktor atau oksidator.
K2Cr2O7 + 7H2SO4 + FeSO4 → K2SO4 + Cr2(SO4)3 + Fe2(SO4)3 + 7 H2O

15. Sebutkan jenis gaya tarik-menarik yang terjadi pada setiap molekul berikut dan manakah yang mempunyai titik didih lebih tinggi di antara setiap pasangan molekul berikut.
• n-butana (Mr = 58) dan aseton (Mr = 58)
• CO2 dan SO2
• etanol C2H5OH dan dimetil eter CH3-O-CH3
16. Apabila 100 mL larutan KOH 0,2 M direaksikan dengan 100 mL larutan H2SO4 0,1 M dalam sebuah bejana ternyata suhu larutan naik dari 29ºC menjadi 31,5ºC. Jika kalor jenis larutan dianggap sama dengan kalor jenis air 4,2 J/ºC, maka perubahan entalpi netralisasinya adalah ….

17. Diket EI :
C ≡ C = 839 kJ/ mol H-H = 436 kJ/mol
C-H = 413 kJ/mol C-C = 348 kJ/mol
CH3 – C ≡ CH(g) + 2H2 (g) → CH3-CH2-CH3 (g)
Tentukan perubahan entalpi untuk mengubah 120 g propuna menjadi propana.

18. Dari suatu eksperimen penentuan orde reaksi A + B → hasil, diperoleh data sebagai berikut. Tentukan nilai k dan X !

No [A] M [B] M Laju reaksi
M / det
1. 0,200 0,3 0,08
2. 0,050 0,3 0,02
3. 0,025 0,3 0,01
4. 0,025 0,6 0,08
5. 0,050 0,6 0,16
6. 0,300 0,5 X

19. Ke dalam 100 mL larutan Pb(NO3)2 10-4 M dicam purkan 100 mL Na2SO4 10-4 M. Apakah dari cam puran tersebut akan terjadi endapan ? (Ksp PbSO4 = 1,7 . 10-8)

20. Volume asam sulfat 0,05 M yang harus ditambahkan ke dalam 100 mL amonia 0,15 M (Kb = 10-5) agar diperoleh campuran dengan pH = 6 –log 3 adalah ……………. mL

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.